Kamis, 03 Juli 2014

Putri dan Ksatria

Selamat malam, perindu-perindu Ksatria

Di malam ini marilah kita bersyukur atas karunia yang Tuhan berikan kepada kita. Karena sejatinya, manusia tidaklah akan menjadi suatu apapun tanpa kehendak Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Salam terbaik aku tuturkan kepada siapapun yang senang hati singgah di blog ini. Aku bukanlah orang yang pandai berkata-kata, pun aku menulis sebab inilah caraku menumpahkan segala emosi yang ada di dada. Jadi, terima kasih untuk siapa-siapa yang telah turut mendengarkan ceritaku dari halaman sederhana ini J

Tulisan ini secara khusus aku tujukan kepada ksatria terbaikku dan ksatria-ksatria lain yang sedang berjuang di medan sana. Tidak lupa untuk putri-putri ksatria seperjuanganku yang masih tegar bertahan dalam penantian.

Apa kabar ?

Aku sedang berpikir tentang banyak hal seperti penantian, masa depan, karier, pernikahan mungkin? Entahlah. Kini aku mulai memasuki masa semester lima, begitupun ksatriaku. Terkadang jika jiwa dan raga ini sudah penat sekali akan rutinitas duniawi, aku mulai memikirkan bagaimana masa depan. Tetapi kalau membicarakan masa depan, kurasa masih cukup jauh perjalanan yang harus dilalui. Namun, tidakkah kita masih percaya?

Percaya bahwa suatu hari masa pendidikan formal ini akan berakhir. Meskipun setelah pendidikan, tetap akan ada peperangan dan tidak ada jedanya, sama sekali.
Percaya bahwa semua akan indah pada waktunya.

Ya, semua akan indah pada waktunya. Hanya saja terkadang ego manusia berbicara. Padahal ego biasanya hanya akan membawa kita pada kegelisahan.
Misalnya?

Di suatu malam aku pernah hanya termenung memandang langit-langit kamar, ditemani kurcaci-kurcaci kecil yang selalu setia menemani saat Ksatria ku pergi. Terlintas di pikiranku,

“sampai kapan kita terpisah seperti ini?”

“akankah kita akan berakhir bahagia, Sayang?”

“apakah kamu untukku?”

Dan segala jenis pertanyaan yang sama, tentang hubungan jarak jauh ini. Bahkan ini lebih dari sekadar hubungan jarak jauh alias LDR kan? Bukan aku bersikap macam aku paling sakit dalam menghadapi ini. Namun aku hanyalah wanita. Pilihanku terbatas, dan tidak pernah mudah. Pun itu bukan berarti aku lelah dalam penantian ini, Sayang. Tidak.

Karena aku yakin padamu.

Kurasa itu sudah menjawab semua pertanyaan yang ada. Aku yakin kamu menyayangiku, sama seperti aku menyayangimu. Aku yakin kamu tidak akan pernah menyerah akan segala yang kamu perjuangkan disana. Aku yakin kamu dapat menjaga kepercayaan yang kuberikan kepadamu. Aku yakin Tuhan punya satu hari yang indah untuk kita bersama-sama lagi.

Dan aku takkan ragu. Sebab aku yakin, Ksatria terbaik tidak akan ingkar dan akan selalu setia. Baik itu kepada tugas, ibunda dan ayahanda tercinta, serta putri yang bertahta atas hati mereka.

Sebab aku yakin, Tuhan mempertemukan kita sekalian atas sebuah alasan. Alasan yang masih kita cari tahu apakah sebenarnya itu. Apakah untuk merasakan bagaimana berjuang bersama kini dan nanti, ataukah hanya sebatas singgah lalu pergi? Apapun itu, jangan sia-siakan waktu kita sekarang. Jadilah yang terbaik di waktu tersebut. Jadikan selalu penantian ini sebagai tali-tali harapan kita, doa-doa kita. Kelak jika pahitnya mungkin belum berjodoh, kita akan benar-benar mengerti bagaimana rasanya berjuang dalam suka dan duka. Tidak ada yang sia-sia. Karena Tuhan yang mempertemukan.

Entahlah.. terkadang aku masih belum bisa benar-benar memahami apakah yang kutulis ini bermakna atau tidak. Aku hanya ingin mendamaikan hati.

Hati. Damai. Menanti.

Terakhir...

Salam hormat teruntuk Ksatria yang kini telah siap lepas landas menuju tempat meniti karier selanjutnya. Selamat atas kelulusan nya dari pendidikan, atas gelar IPDA, S.IK maupun ST.Han. Semoga dilancarkan cita dan cintanya. Aamiin. We proud of you!


Satu lagi, untuk Ksatriaku terkasih. Semoga selalu berada di dalam lindungan-Nya. Semoga dilancarkan segala urusannya. Aku masih menanti mu disini, kala engkau pergi untuk negara.. Namun aku percaya, kamu akan selalu pulang untuk cinta. Sampai jumpa lagi, Sayang.


Kamis, 12 Juni 2014

Untuk Bulan

Untuk Bulan

Bulan, apakah kau memikirkan diriku?
Diriku, yang telah lama pergi jauh
Kau tahu Bulan? Disini sangat berbeda tanpamu
Banyak masalah terus datang menyerangku
Andai kau masih disampingku Bulan
Kuingin selalu
Ingin sekali bersandar di bahumu
Ingin aku beristirahat sejenak, melepaskan kepenatan yang kurasakan
Disini, ditempat pencarian jati diri dan masa depanku

Kuingin bercerita, tertawa, ataupun menangis
Kuingin disampingmu lagi
Namun tak bisa
Ku amat merindukan mu Bulan
Jarak ini amat menyiksaku
Terkadang aku merasa semua ini hanya mimpi
Dan aku berharap ada yang membangunkanku dari mimpi ini.
Tetapi ini nyata
Dan kusadari, ini pilihanku
Pilihan untuk berada disini
Berada jauh dari dirimu Bulan...

Ku selalu berdoa agar tetap tegar, tetap kuat, dan tetap percaya padamu
Meski disana kau mungkin dekat dengan bintang yang lain
Karena ku yakin, kau mencintaiku..
Seperti diriku padamu, Bulan.

          Ku selalu berdoa
          Agar kita dapat saling mengingatkan di kala bahagia
          Agar kita dapat saling menguatkan di kala duka
          Agar cinta kita indah pada waktunya


2016.. PRASPA ku dan Wisudamu !!

A Love Letter from You

Untuk pacarku tersayang, Diego’s Tuti Adi Ningsih

Hai sayang..

Akhirnya aku menulis surat lagi untukmu. Aku bingung memikirkan apa yang seharusnya kuberikan untukmu di hari anniv kita yang ke 2 tahun 3 bulan. Maaf aku tidak bisa memberikanmu bunga, karena tidak mungkin bagiku untuk membeli bunga dan aku paketin ke Bandung. Lagipula aku tidak tahu tempat antar paket di Semarang ada dimana sehingga aku hanya bisa menulis di kertas ini. Surat tentang kita. Tentang perjalanan cinta kita agar kau dan aku tahu, cinta kita memang patut diperjuangkan. Cinta kita layak dipertahankan.

Hmm.. kau tahu, 2 tahun 3 bulan itu waktu yang sangat. Namun kalau dipikir-pikir, waktu kita bersama hanya sebentar. Ya, kamu tahu. Setelah kita lulus SMA, aku masuk AKPOL dan kamu ITB. Bandung – Semarang. Kalau aku masuk universitas mungkin kita masih bisa sering smsan, tlpan atau ketemuan di hari sabtu-minggu. Namun disinilah aku, di AKPOL, Akademi Kepolisian. Dimana peraturan tak memperbolehkan kami membawa alat komunikasi. Hanya sabtu dan minggu, itu pun jika ada pesiar.

         Saat SMA dulu seberapa sering ya kita ketemu? Senin – Jum’at dan Sabtu. Haha. Dulu apa pernah terbesit dalam otakmu kau bosan denganku? Kita sangat sering bertemu, kita satu kelas dari kelas 2 SMA. Sebelum kita pacaran, kita hanya sahabat. Kau yang sangat pintar dan aku yang bodoh di kelas. Namun entah kapan dan bagaimana caranya kita bisa dekat..
     
    Mungkin semua berawal aku yang menjadi teman curhatmu. Tiap tawamu, senyummu, dan bicaramu selalu menarik perhatianku. Aku selalu ingin bersama denganmu. Namun tiap kekecewaanmu, sedihmu, dan tangismu.. itu membuat hati ini teriris-iris, itulah mungkin kenapa aku ingin selalu buatmu tersenyum. Ingin menghapus rasa sakit dan galaumu terhadap DIA.
          Tiap malam aku berusaha menahan kantukku untuk menemanimu hingga tertidur. Mendengarkan segala kekesalan, kemarahan, kerinduan dirimu terhadap dirinya. Hampir atau mungkin setiap hari pasti kamu galau karena dirinya. Dan di setiap itu pula aku berusaha untuk menenangkan dirimu. Aku berusaha selalu bangun layaknya radio-mu saat itu, agar kamu tidak merasa sendirian.

          Setelah kita jadian juga banyak angin yang menerpa kita. Tapi bisa kita lewati bukan? Sekaranglah puncak dari semua itu. Dari cinta masa SMA menuju cinta selamanya...

          Memang banyak yang gagal dalam hubungan jarak jauh. Tapi aku mohon untuk tetap kuat. Aku yakin kita bisa baik-baik saja. Aku pasti kembali. Aku untukmu. Kita akan bersama lagi.

          Namun tetap saja semua pasti ada titik jenuhnya ya... Terkadang aku sangat merasa kesepian disini. Teramat sangat. Ketika teman disini menjauhiku, ketika masalah terus datang, ketika situasi buruk silih berganti.. aku sangat berharap kamu ada disini. Berharap kamu bisa menemaniku, seperti dulu. Paling tidak, aku bisa menyenderkan kepalaku di pundakmu. Sebentar saja...

          Aku sudah berapa kali bilang ya, kamu seperti bulan? Jauh disana, indah menerangi malam-malamku. Permohonan konyolku pada Tuhan agar bisa meraih bulan... seperti meminta dirimu berada disisiku sekarang. Terlalu egois memang namun kuakui aku sangat membutuhkan dirimu saat ini. Aku rindu saat kita bersama. Tawa kita. Sedih yang kita bagi. Semua tentang kita.

          Tak pernah terpikir olehku kita akan terpisah sejauh ini. Aku pun terkadang bingung, kita sudah pacaran lama atau baru sebentar. Kita hanya bertemu saat IBL dan cuti. Selain waktu itu, kita tidak pernah bertemu. Aku tidak tahu kamu dimana, sedang bersama siapa. Apa mungkin kamu sedang dekat dengan seseorang...aku tidak tahu. Hanya rasa percaya dan kesetiaan satu sama lain yang membuat cinta kita bertahan.

          Tetapi aku yakin. Jarak ini, waktu ini... dan segala keterbatasan yang ada adalah pembelajaran. Agar kita menghargai waktu. Menghargai jauh jaraknya itu. Memanfaatkan apapun dibalik keterbatasan itu.

          Dan pada waktunya nanti..saat kita bersama, kita telah menjadi orang yang hebat. Orang yang kuat, bukan seperti anak kecil pada SMA dulu. Saat waktu itu datang, kita sudah siap untuk menaklukkan dunia bersama tanpa bantuan orangtua kita lagi.

          Memang benar bukan pepatah, “Semua indah pada waktunya” ?

          I love you, Diego’s

          05 – 01 – 2012

Minggu, 06 April 2014

Senandung Senja

Selamat malam, para pemilik hati

Sesungguhnya banyak hari ingin kuhabiskan untuk bercerita. Namun kehidupanku kini berjalan seperti.. apa ya? Berlalu begitu cepat, tenggelam dalam tumpukan kertas-kertas, hal-hal berbau laboratorium... Ah, yasudahlah. Jenuh? Sepertinya begitu. Tetapi bagaimana pun bentuknya aku sekarang, aku harus tetap melakukan apa yang seharusnya kulakukan

Malam ini, Bandung masih seperti biasanya. Menyelimutiku dengan nafasnya yang dingin. Beku. Setidaknya, ada sentuhan hangat di senjaku hari ini.

Sentuhan hangat itu suaramu, pemilik hatiku

Yang suaranya tak kudengar sejak seminggu kemarin

Yang wajahnya kujumpai terakhir di pintu masuk keberangkatan pesawat di bandara.

Yang senyumnya menghiasi satu hariku di Jakarta.

Yang sosoknya selalu di rindu....

Rindu, rindu. Tidak akan pernah habis lembaran cerita tentang rindu

“Bila kuingat senyum manismu, takkan habis waktu melamun. Bila kuingat canda tawamu, takkan habis waktu berangan. Ingin kumiliki, hari selamanya, berdua denganmu.. selamanya. Semoga bukan angan yang kelamaan.. Bila kuingat janji manismu, kutunggu sampai malam meninggalkanku. Semoga bukan angan yang kelamaan...”

Kau ingat? Itu senandung kita...

Aku sebenarnya tidak tahu kemana arah semua kata-kata ini. aku hanya, merindukanmu.

Bukan karena ini hari jadi kita, bukan.. memang sepertinya rasa rindu ini tiada pernah habis. Memang tidak akan pernah benar-benar terbayar bukan? Hanya saja, itu bagaimana cara kita menyikapinya. Bagaimana kita belajar untuk selalu bersyukur, dan memaknai apa yang bisa kita dapat. karena tidak semua bisa mendapatkan apa yang kita dapat. itu yang akhirnya kusadari. aku cukup beruntung bisa memilikimu sehari, mengingat banyak para pejuang rindu yang tidak dapat mengikis rindunya bersama kekasih tercinta..

Berbicara tentang pertemuan.. ingat perdebatan kita?

Kamu bilang, aku tidak perlu pulang dan mengorbankan waktu ku untukmu karena banyak pekerjaanku yang belum terselesaikan.

Aku tidak sependapat denganmu, Sayang. Aku mengerti maksudmu... hanya saja, aku memiliki pendapat sendiri.

Kembali ke rindu. Dia lah penyebab aku sangat ingin bertemu denganmu. Karena... kita tidak pernah tahu kapan akan bertemu lagi, bukan? Aku tahu dunia tidak akan berakhir bila kita tidak bertemu. Namun aku butuh melihatmu. Aku butuh... hidup kembali. Oke, mungkin ini terdengar berlebihan. Namun begitulah adanya. Mengerti maksudku?

Aku butuh kamu. Aku butuh melihat senyummu lagi. Aku butuh genggaman tanganmu.. meskipun sekejap saja. Tak apa... meskipun itu berarti aku harus menempuh ratusan kilometer lagi, tak apa. Tak rindukah dirimu padaku, Sayang?

Aku rela waktu ku terbuang.. aku rela tugasku dinomorduakan... untuk kita :’)

Senyumku terkembang lebar di pagi aku pergi untuk menjemputmu. Rasanya masih seperti mimpi.. karena semuanya berlalu begitu cepat. Rasanya baru kemarin aku menjemputmu.. kamu berdiri di tepi jalan sana, lalu masuk ke dalam mobil. Lalu kamu tersenyum.. aku hanya bisa meleleh terpaku.

Tak terasa itu semua berlalu. Ketika aku harus melepasmu pergi lagi. Ketika tangan mu terakhir menjabat tanganku.. aku bahkan tak yakin bagaimana harus melukis ini semua. Terlalu menyakitkan kadang. Aku tahu aku tak boleh begini. Aku tahu tak seharusnya aku menjadi lemah seperti ini. aku harus kuat, ya. Aku harus kuat.
Aku harus kuat untukmu. Sama seperti halnya dirimu yang berjuang begitu kuat di balik tembok kesatrian sana. Dunia ini memang keras bukan? Tempaan ini. Yang harus bisa kita lalui.

Kita harus rela cinta kita berjarak demi cita-cita.. benar begitu kan, Sayang? Toh kalau Tuhan menciptakan dirimu untukku, maka dirimu hanya untukku.

Benarkah Tuhan menciptakanmu untukku?

Aku tidak tahu. Kamu tidak tahu.

Bahkan sebenarnya kita tidak bisa berbicara mengenai jodoh karena kita belum pantas untuk itu. Kita masih bukan siapa-siapa, kan?

Terkadang, aku tenggelam dalam diam. Apakah diriku pantas mendampingi seorang calon perwira?

Aku bukan siapa-siapa... aku belum menjadi siapa-siapa. Aku belum menjadi abdi orangtuaku. Aku belum menjadi teladan bagi adik-adikku.

Pantaskah aku?

Aku hanya punya cinta, untukmu. Apakah itu cukup?

Ibundamu berpesan... “Kamu belajar yang baik, kelak sukses. Kelak kalian berjodoh, kamu dapat restu ayah dan ibu. Ayah dan Ibu tidak peduli latar belakang orangtuamu, Sayang. Yang penting, kamu berjuang capai cita-citamu. Ibu turut bahagia jika memang adanya kalian saling menyayangi.  Kita tidak hidup di zaman Siti Nurbaya. Pun insya Allah anak tahu pilihan yang ia buat untuk dirinya sendiri...”

Pantaskah aku, Sayang?

Pertanyaan itu akan terus membayangiku. Hingga saatnya nanti aku berdiri tegap, begitu pula denganmu. Kita harus berjuang, ya? Saling memantaskan diri...

Terima kasih untuk senja cerianya hari ini. Bagiku, waktu adalah suatu hal yang berharga untuk diberikan pada seseorang. Dan kamu memberikannya padaku, di senja ini. Meskipun dari jauh sana terdengar sarat rasa lelahmu, tawamu tetap meledak seperti biasa. Candamu tetap menggoda.. sikap manjamu tak berubah.. 

Terima kasih telah menyembuhkan rasa rindu ini sejenak.

Semoga Tuhan selalu melindungimu.. Semoga ujianmu dilancarkan oleh-Nya. Belajar yang baik, ya? Doaku menyertaimu selalu.


Aku menyayangimu. Selamat malam :*

Minggu, 30 Maret 2014

Ketika Kamu Tak Ada

Ketika kamu tak ada....

ketika kamu tak ada, diriku sendiri..
sendiri dalam artian... sendiri, bukan berarti sepi. meskipun terkadang, memang sepi.

ketika kamu tak ada, aku lalui
siang, malam, hari, bulan...hanya memandangi lukisan wajahmu, di pikiranku.

ketika kamu tak ada, aku pahami
pahami bahwa jarak yang terbentang bukanlah sesuatu yang besar
tidak sebesar cinta kita

ketika kamu tak ada, aku belajar
untuk selalu mandiri, tanpamu. untuk selalu kuat, menerjang badai rindu. untuk selalu sabar, menantimu.

ketika kamu tak ada, aku lihat
pasangan-pasangan muda bergandengan tangan. aku selalu bertanya-tanya, kapankah kita berjumpa lagi.
aku tidak iri...
aku selalu mencoba tidak iri.. karena aku tahu, kita berbeda


ketika kamu tak ada, aku mengerti
bahwa semua akan indah pada waktunya..

ketika kamu tak ada....

ketika aku menatapmu berdiri di ambang pintuku lagi, setelah sekian lama.

ketika, ketika, dan ketika...
kita membicarakan tentang waktu. waktu lalu, waktu sekarang, dan waktu yang akan datang.
waktu kita
waktu...

aku tidak pernah tahu.... karena waktu adalah misteri.

yang bisa kita lakukan hanya menjalani,  memaknai dan bersyukur.

meskipun kamu tak ada, aku tahu, kamu selalu bersamaku. dalam doa. dalam rindu. dalam mimpi.




Rabu, 05 Februari 2014

Satu Hari Kita

Selamat malam, para perindu hebat

Bagaimana hari kalian? Semoga menyenangkan, ya. Apakah semua rindu sudah terlampiaskan? Atau kah sudah muncul rindu yang baru?

Pertama, aku ingin memanjatkan syukur kepada Tuhan. Untuk segala berkah-Nya. Untuk hembusan nafas yang membuatku masih bisa melihat dunia fana.

Dan untuk membuat hari ini seperti mimpi.
Satu hari bersama mu. Satu hari yang sangat indah..

Sudah lama sekali aku tidak mendengar suaramu. Di suatu sore hatiku berdebar hebat menunggu kabarmu. Kabar kepulangan mu. Dan beberapa menit kemudian ketika harapan ku sudah mulai musnah, telepon genggam ku berdering. Sebuah pesan masuk.

“Aku pulang, Sayang”

Sesaat kemudian aku mengucap puji syukur. Merasa sangat lega karena akhirnya sudah jelas pujaan hatiku ini akan pulang ke rumah. Dan kebetulan kuliah ku belum sibuk jadi aku bisa menyempatkan diri untuk pulang. Itu berarti akan ada satu pertemuan.

Kami berangkat dr tempat yang berbeda. Semarang dan Bandung. Dengan segenap kerinduan pada keluarga. Dan juga pada yg terkasih.. Sempat terhambat karena delay nya pesawat dan travel, padahal pikiran sudah cukup penat dan ingin segera sampai di rumah tercinta. Kita kira-kira sampai pukul 12 malam. Aku turun di pool travel daerah  Jakarta Timur dan kamu landing di Soetta. Lelah.. jadi, hanya satu pesan singkat yang manis datang sebagai pengantar tidur “Good night, Sayang”

Esok harinya kita menghabiskan waktu bersama keluarga masing-masing. Karena kita sama-sama anak perantauan, yang jauh dari rumah. Dan pulang hanya ketika waktunya memungkinkan saja. Apalagi kamu, yang dalam setahun bisa terhitung jari berapa kali pulang.. Hari itu benar-benar quality time bersama mama. Dan hari itu indah. Tidak ada yang lebih membahagiakan daripada berkumpul bersama keluarga.

Dan maaf karena hari itu aku cukup tegang karena entah mengapa aku sensitif sekali terhadap apapun. Maaf bila aku mengganggu atau bahkan merusak harimu, Sayang. Seharusnya aku mencoba mengerti bahwa kamu ingin juga menghabiskan waktu dengan teman lama. Aku sebenarnya tahu kamu tidak bermaksud untuk menomorduakan aku. Jika saja aku tidak terlalu menonjolkan ego ku. Entahlah, mungkin aku hanya sangat rindu padamu.

Dan terima kasih.

Untuk sambutan paginya hari ini. Untuk tiba-tiba berdiri di ambang pintu rumahku lagi. Aku cukup terkejut pagi ini, mencoba membuka mata yang masih mengantuk dan menghampiri pintu. Lalu tampak sesosok pria mengenakan topi hitam berukirkan “Indonesian Police Academy” serta pakaian stel biru-biru bertuliskan Akademi Kepolisian, Detasemen Satryo Pambudi Luhur..

Sesosok pria yang selalu di nanti. Yang senyuman nya membuat hati meleleh. Membuat hati ingin berteriak “aku cinta padamu ! “ dan membuat diriku ingin mengejar dan memeluknya.

Pagi yang cerah itu kita berolahraga dengan semangat.. Tambah lengkap dengan canda tawa bersama teman-teman lama. Seperti biasa, di lapangan kohannud kompleks Halim Perdana Kusuma. Kita berlari kecil beriringan. Hingga aku menghentikan langkah setelah putaran ketiga. Dan kamu pun melanjutkannya sendiri. Lalu aku mendekat ke tribun dan memerhatikan mu dari kejauhan. Pria yang memakai kaus hijau lumut, ketat, dan di bagian belakangnya terukir “Taruna”.

Taruna, taruna...
Aku jatuh cinta pada seorang putih abu-abu dan sekarang menjadi seorang taruna
Taruna yang sedang berlari itu kekasihku.. Yang pinggangnya kecil ramping itu. Yang dadanya sangat bidang. Yang rambutnya bermodel cepak, hampir botak khas taruna. Yang baju nya basah penuh keringat. Entah sudah berapa kilometer yang ia lalui hingga keringatnya bercucuran begitu..

Seusai olahraga kita makan dahulu supaya ada asupan energi lagi. Lalu mampir ke rumahmu. Tawa canda lagi ketika melihat video dan foto kegiatan mu disana. Ah, aku jadi ingin menyusup kesana sekali-sekali, seandainya punya pintu kemana saja. Ingin melihatmu lebih dekat. Ingin melihat seperti apa dirimu di balik tembok akademi yang tangguh itu. Tetap selalu ada rasa penasaran, meskipun sebenarnya kamu sudah pernah cerita beberapa kisah disana. Seperti perjuangan, rasa pahit atau hal-hal konyol. Namun entah mengapa ketika melihat video-video yang kamu buat bersama teman satu satuanmu.. aku merasa tenang. Lega karena disana tetap ada orang-orang yang tertawa bersamamu. Bukan hanya orang yang menertawakanmu, bahkan menyakitimu.

Beberapa saat kemudian muncul lah kamu mengenakan seragam PDH, memakai pet, dan tas bergantung di bahumu. Tampak gagah. Kemudian aku menemanimu laporan ke polsek.. Selanjutnya menuju rumahku karena aku butuh membersihkan diri setelah olahraga pagi yang agaknya menghasilkan cukup banyak keringat.

Seusai mempercantik diri, aku menghampirimu. Lalu bersandar pada bahumu. Lalu bingung. Kita tidak punya tujuan kemana akan pergi. Hampir selalu begitu setiap pertemuan. Akhirnya kita memutuskan untuk menonton film. Biasa ya? Mungkin bagi orang lain sudah biasa jika malam minggu dihabiskan dengan pergi ke bioskop. Tetapi kita berbeda. Ini pertama kalinya kita ke bioskop lagi setelah sekian bulan. Kalau tidak salah, terakhir kita menonton bersama itu tanggal 5 Agustus 2013, pada hari jadi kita yang ke-18 bulan.. Dan pada waktu itu pun pertama kalinya lagi setelah 21 Januari 2012.. Jadi ya, semuanya tetap dan selalu berkesan bagiku. Meskipun ternyata ‘The Legend of Hercules” bisa dikatakan tidak terlalu menarik, membosankan malah. Namun perasaan itu dapat terabaikan, karena aku pergi bersamamu. Bersama mu semuanya selalu berarti. Waktu kita berarti.. mengingat hal itu terkadang membuatku sedih, kau tahu? Seperti pada akhirnya aku sadar waktu berjalan dan habis. Waktu kita. Yang hanya terhitung sekian jam. Di bioskop kemarin aku bersandar pada bahumu, lalu menangis. Tidakkah kau menyadarinya? Bahumu basah karena tangisan kecilku. Seperti mencoba berteriak tetapi tak bisa, jadi air mata yang berbicara. Ingin aku berkata “aku ingin bersamamu, selamanya. Kamu tidak boleh pergi..”

Seperti kata Hebe pada Hercules, dan Hercules pada Hebe..

“Ketakutan ku selalu dan satu-satunya adalah kepergianmu, setiap kali..”

Tetapi aku tahu kamu tidak pergi, tidak. Aku bisa merasakannya. Hanya ragamu yang pergi, namun jiwa mu selalu bersamaku. Menemani hariku, meskipun tampak semu. Aku bisa gila karena ini, mungkin. Seperti membuat ilusi dirimu ada di sampingku setiap waktu. Hanya untuk membuat hariku lebih baik..

Kita bertolak dari bioskop menuju sebuah tempat lagi. Kamu mengajakku ke sebuah kedai susu yang cukup cozy. Agak haus memang mengingat tadi di bioskop kita mengemil cukup banyak sementara tidak setetes air pun di teguk.. Aku memesan susu rasa melon. Karena dengan itu mungkin pikiran ku bisa jadi lebih segar. Tidak memikirkan cepatnya waktu berjalan, namun sebaiknya memikirkan untuk membuat semuanya sempurna di akhir waktu ini. Sedangkan kamu memesan susu rasa coffe vanilla. Yang rasanya sendu. Seperti hatiku. Itu lah mengapa aku tidak ingin mencicipinya lebih banyak, bisa-bisa aku menangis lagi. Lucu ya? Ini memang yang kupikirkan saat itu. Lalu muncul percakapan-percakapan indah..

Abang         : “Handphone-mu mati ya, Sayang?”
Aku             : “Iya, bang. Memang kenapa?”
Abang         : “Handphone-ku mati juga. Kita ga bisa foto dong, ya. Aku lupa ga bawa kamera ku, yah...”
Aku          : (Hening sejenak) “kamu inget ga? Status update-ku di facebook, yang kamu bilang panjang itu, dan kamu ga ngerti apa artinya? Biarkan aku memberitahumu sekali lagi..”

I’ve just checked inst*gram. There were so many pics of rekanita with their men. And somehow i remember that we may not take many pictures, we didnt even take one. But one thing for sure is i’ll take care every moment we’ve been through in my mind. Or maybe i can write something on my blog then. So at least there is something left...

Kau mengerti?
Aku akan selalu menjaga semua memori kita. Karena dengan begitu aku akan selalu mengingat bahwa kita ini nyata. Semua senyum dan isak tangis. Semua tawa dan canda kita. Meskipun sebenarnya terkadang aku ingin mengabadikan nya dalam foto.. Tetapi aku suka menulis. Semua kisah kita akan ku tulis, seperti membuat jejak. Jejak sejarah kita. Mungkin bisa menjadi sebuah buku, kalau saja aku mau menggarapnya.

Abang         : (Hanya tertegun dan tersenyum) “Aku sayang kamu..”

Hari mulai malam dan kamu mengajakku pulang. Kamu menjabat tangan orangtuaku. Dan aku memaksamu tinggal sebentar. Dan sebenarnya memang kamu ingin tinggal kan? Aku bisa membaca matamu.

“ini sebenarnya yang bikin malas pulang. Karena akan terlalu berat untuk pergi lagi..”

Benar apa katamu, Sayang. Berat. Seperti pada akhirnya susah sekali untuk merelakan kamu pergi. Tetapi aku tidak boleh begini. Itu sama saja aku dengan aku menghalangimu mencapai apa yang ingin kau capai. Mengingat dulu kamu tidak pernah menyangsikan kepergianku ke Bandung. Meskipun awalnya penuh tanya karena Bandung juga tujuan Jake pergi.

Aku bisa membaca matamu. Entah mengapa tampak sendu. Kamu tidak ingin pergi, kan? Jika saja kamu punya pilihan untuk itu. Aku bisa membaca semuanya, dari semua kecupan dan peluk itu. Bisakah kamu membacaku? Seorang perempuan yang mencoba kuat di saat-saat seperti ini. Di saat suasana nya biru. Perempuan yang mencoba untuk tetap dapat memberikan senyuman terbaik ketika pria-nya akan pergi. Seperti mengatakan “semuanya akan baik-baik saja, kita akan bertemu lagi”. Meskipun di dalam hati terasa perih..

Semakin perih menjelang malam. Menjelang kepergianmu. Terdengar berlebihan ya? Kepergian... maksudku, kepergian untuk satu kepulangan suatu hari nanti..
Dan tiba. Satu pelukan dan kecupan di kening terakhir malam itu. Dan jabatan tanganmu. Pamit padaku dan orangtuaku. Sekaligus minta izin pada mereka agar esok aku dapat mengantarmu ke bandara.

Lalu melambaikan tangan. Lalu terisak sejenak..

***
Esok pagi aku terbangun dan bergerak sigap agar tidak terlambat menemuimu. Lalu mengumpulkan kekuatan. Tetapi memang agaknya aku mulai terbiasa. Terbiasa dengan suasana pagi dimana akhirnya aku mengantarmu pulang. Aku menemukanmu terlelap di kamar. Lalu mencoba membangunkanmu. Lalu kamu pindah bersandar padaku.

Ini yang kukatakan pada tulisanku sebelumnya. Bahwa pria ku tersayang ini bisa jadi sangat menyebalkan di satu moment yang sangat tidak tepat. Namun dapat menjadi manis di waktu yang bahkan tak di duga. Seperti saat-saat kepulangan ia berkata padaku untuk menjaga hati dan menjaga diri. Atau seperti hadiah-hadiah yang ia beri ; video, diary kisah kita, sweater SAR darat miliknya. Dan malam kemarin serta pagi ini. Semua hal yang terjadi kurang dari 24 jam ini.

Setelah semuanya siap, kita berangkat menuju bandara Halim Perdana Kusuma. Lalu pada akhirnya kita berfoto. Aku dan kamu. Kita dan orangtuamu. Dan entah mengapa ibu mu 2 hari ini seringkali membicarakan ibu bhayangkari dan masa depan kita. Bagaimana angan-angan nya terhadap kita, yang insya Allah suatu hari nanti dapat membahagiakan orangtua setelah masa panjang menempuh pendidikan di tanah rantau. Dan tentang memperbaiki sikap. Beliau bilang jika nanti kita memang berjodoh, aku harus siap mendampingimu dimanapun kamu dinas, dan hal lain semacam itu. Bagiku itu akan jadi masa depan yang indah. Namun sekarang itu belum jadi takdirku. Aku belum tahu takdirku sampai pada akhirnya waktunya datang. Tetapi kita selalu berdoa bukan? Bahwa suatu hari nanti, aku dan kamu. Mungkin akan berakhir di suatu pagi dimana kita bangun, aku dapat menatap wajahmu dan begitu juga kamu dapat menatap wajahku. Dan pada malam dimana aku akan berada di pelukmu.

Perjalanan kita masih panjang ya?

Semoga kita senantiasa diberikan kekuatan. Dan selalu mengingatkan untuk sama-sama berjuang.

Kita masih berada di bawah naungan langit yang sama. Dan bulan tidak akan meninggalkan bintang. Seperti kita, yang masih bertahan dan percaya. Bahwa ini nyata.

Salam terhangat dariku untukmu, meskipun Bandung dinginnya tidak tertahan. 

Semoga Semarang bersahabat denganmu.


Sampai jumpa lagi ^^



P.S : Selamat hari jadi kita yang ke-25 bulan. Aku menyayangimu, Selalu..




Minggu, 08 Desember 2013

Pembuatan Sikloheksanon dari Sikloheksanol

Pembuatan Sikloheksanon

Diego’s Tuti Adi Ningsih

10512072, K-02, Kelompok 5

diegostuti.fmipa@gmail.com

Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganeca nomor 10 Bandung


Abstrak

Sintesis sikloheksanon dapat dilakukan dengan mengoksidasi sikloheksanol. Oksidator yang digunakan adalah natrium hipoklorit, NaOCl. Sikloheksanon yang dihasilkan dapat dioksidasi selanjutnya menjadi asam adipat dengan oksidator KMnO4.
Kata kunci : Oksidasi, Sikloheksanon, Sikloheksanol, Asam adipat

Abstract

Synthesis of cyclohexanone has done by oxidizing cyclohexanol using oxidizing agent, natrium hypochloride, NaOCl. Then, cyclohexanone is able to be oxidized using KMnO4 to produce adipic acid.
Keywords : Oxidation, Cyclohexanone, Cyclohexanol, Adipic acid



1.    PENDAHULUAN
     
      Suatu akohol primer atau sekunder dapat dioksidasi menjadi suatu senyawa dengan bilangan oksidasi atom karbon yang lebih tinggi. Alkohol primer dioksidasi menjadi senyawa aldehida, selanjutnya dapat dioksidasi menjadi suatu asam karboksilat apabila digunakan oksidator yang cukup kuat. Sementara itu, alkohol sekunder dioksidasi menjadi senyawa keton.

Oksidasi Sikloheksanon dari Sikloheksanol              
      Sikloheksanon merupakan senyawa organik yang terdiri dari enam karbon siklik dan satu gugus keton. Sikloheksanon berguna sebagai bahan dasar pembuatan Nylon 6.6 dan Nylon 6 [1].

      Sikloheksanol, suatu alkohol sekunder siklik, dapat dioksidasi menjadi sikloheksanon (keton siklik) dengan menggunakan K2CrO7 sebagai oksidator. Namun, K2CrO7 bersifat karsinogen dan spesi tereduksinya yaitu Cr (III) beracun serta berbahaya bagi lingkungan. Demikian, digunakan NaOCl sebagai oksidator [2]. Oksidator sebenarnya adalah ion kloronium yang akan tereduksi menjadi ion Cl- dan sikloheksanol akan berperan sebagai reduktor yang kemudian teroksidasi menjadi sikloheksanon. Reaksi redoks ini dilakukan dalam suasana asam. Hal ini dikondisikan dengan penggunaan asam asetat. Selanjutnya sikloheksanon dapat dioksidasi menjadi asam adipat dengan oksidator kuat yaitu kalium permanganat.

Oksidasi Sikloheksanon Menjadi Asam Adipat

      Asam adipat merupakan senyawa yang penting karena juga merupakan bahan dasar pembuatan Nylon 6.6 [4]. Umumnya pembuatan asam adipat dilakukan dengan mengoksidasi sikloheksanol atau sikloheksanon dengan oksidator asam nitrit, HNO2. Namun penggunaan asam nitrit menimbulkan emisi gas N2O yang dapat menyebabkan menipisnya lapisan ozone [4]. Karena itulah dipilih KMnO4 [3].

      Tujuan dari percobaan ini yaitu menentukan indeks bias sikloheksanon, titik leleh asam adipat, dan persentase rendemen sikloheksanon serta asam adipat hasil percobaan.
     














2.    METODE PERCOBAAN

     Bahan

       Bahan-bahan yang digunakan dalam percobaan ini antara lain sikloheksanol, cairan pemutih natrium hipoklorit 5.25% (0,75 M), larutan asam asetat, indikator timol biru, larutan NaOH 6M, Na2SOanhidrat, larutan HCl pekat, larutan NaOH 3M, pelarut eter, padatan KMnO4 dan natrium bisulfit.

Peralatan
      
       Peralatan yang digunakan dalam percobaan ini antara lain seperangkat alat distilasi sederhana, seperangkat alat labu hisap, seperangkat alat ekstraksi, dan refraktometer.

Prosedur

Oksidasi Sikloheksanon dari Sikloheksanol

          Sebanyak 8 mL sikloheksanol disiapkan dalam labu bundar 250 mL. Larutan pemutih sejumlah 115 mL dicampurkan dengan larutan asam asetat 4 mL, campuran ini ditempatkan dalam corong pisah 250 mL. Campuran larutan ini kemudian dicampurkan ke dalam larutan sikloheksanol secara perlahan. Suhu campuran larutan diatur sedemikian agar selalu berada pada rentang suhu 40-500C. Suhu tidak boleh di bawah 400C dan diatas 500C. Apabila suhu mencapai lebih dari 500C maka larutan tersebut harus dimasukkan ke dalam penangas es. Selama penambahan larutan ini harus digoyangkan agar larutan dapat tercampur secara homogen. Kemudian, ke dalam larutan tersebut ditambahkan indikator timol biru. Ditambahkan larutan NaOH 6M secara perlahan hingga terbentuk cincin biru di permukaan larutan tersebut.
          Terhadap larutan ini kemudian dilakukan distilasi sederhana. Diperoleh distilat sebanyak 40 mL. Distilat ini kemudian dijenuhkan dengan 10 gram NaCl lalu diekstraksi dua kali masing-masing menggunakan 15 mL eter. Dipisahkan fasa organik dan fasa air larutan tersebut. Fasa organik (sikloheksanon) ditambahkan dengan 3 gram natrium sulfat anhidrat dan didistilasi kembali untuk mengeluarkan eter dari sikloheksanon yang terbentuk. Dikumpulkan fraksi didih pada suhu 154-1560C. Diukur indeks bias senyawa tersebut dengan menggunakan refraktometer. Kemudian larutan tersebut disaring vakum untuk diperoleh kristalnya. Terhadap kristal akan diukur spektrum IR dan NMR.


Oksidasi Sikloheksanon Menjadi Asam Adipat



          Sikloheksanon kemudian dioksidasi menjadi asam adipat. Sebanyak 1 gram sikloheksanon dicampurkan dengan KMnO4 3.08 gram dan 32 mL air. Campuran digoyangkan, diatur suhunya agar konstan 300C lalu ditambahkan 1 mL larutan NaOH 3 M. Pada saat suhu mencapai 450C, dinginkan larutan dalam penangas es, dijaga suhu tersebut agar konstan selama 20 menit. Suhu akan naik menjadi 470C, lalu ditunggu selama kira-kira 25 menit agar suhu turun kembali. Kemudian dilakukan pemanasan, terbentuk endapan coklat MnO2. Ditambahkan sejumlah natrium bisulfit apabila masih ada warna kalium permanganat (ungu). Lalu campuran disaring vakum, diambil filtratnya, dipanaskan hingga volumenya tersisa 8 mL. Warna larutan tersebut harus jernih, jika masih berwarna maka ditambahkan sedikit karbon aktif. Disaring lagi kemudian diuapkan kembali. Larutan kemudian diasamkan dengan larutan HCl pekat hingga terbentuk endapan (Ph 1-2). Kristal disaring vakum dengan corong Buchner. Ditentukan titik leleh kristal asam adipat tersebut (literatur : 152-1530C).
3.   HASIL DAN PEMBAHASAN

          Sikloheksanol di oksidasi menjadi sikloheksanon dengan oksidator NaOCl. Reaksi oksidasi alkohol biasanya menggunakan kalium dikromat. Namun kalium dikromat menghasilkan spesi tereduksi Cr (III) yang berbahaya bagi lingkungan, maka dipilihlah NaOCl. Selain itu, NaOCl harganya murah dan tidak berbahaya bagi lingkungan. Reaksi oksidasi ini dilakukan dalam suasana asam, dikondisikan dengan penambahan asam asetat. Larutan asam asetat akan mengaktivasi NaOCl dan terbentuklah HClO, yaitu oksidator sebenarnya yang akan bereaksi lebih lanjut dengan sikloheksanol. HClO, yang terdiri dari ion kloronium yaitu Cl+, akan tereduksi menjadi ion Cl- dengan menerima 2 elektron dari sikloheksanol [1]. Demikian, sikloheksanol teroksidasi menjadi sikloheksanon.

          Penambahan campuran larutan NaOCl dengan asam asetat pada sikloheksanol dilakukan perlahan agar terjaga suhunya pada rentang 40-500C. Suhu larutan tidak boleh dibawah 400C karena reaksi oksidasi tidak akan terjadi pada suhu tersebut. Suhu larutan juga tidak boleh diatas 500C karena diduga senyawa yang terbentuk adalah senyawa lain dan bukan sikloheksanon [2].

          Setelah penambahan campuran asam asetat dengan NaOCl selesai, ditambahkan indikator timol biru. Selanjutnya ditambahkan larutan NaOH secara perlahan hingga titik ekivalen tercapai yaitu terbentuknya cincin biru di permukaan larutan. Larutan ini kemudian didistilasi hingga diperoleh 40 mL distilat. Distilat akan dijenuhkan dengan NaCl, yang berfungsi untuk menurunkan kelarutan produk organik, agar sikloheksanon yang terbentuk keluar dari lapisan air [1] [2]. Distilat ini diekstraksi dua kali masing-masing dengan 15 mL eter. Fasa organik diambil lalu didistilasi untuk memisahkan sikloheksanon dengan eter. Sebelumnya, fasa organik ditambahkan dengan natrium sulfat anhidrat untuk menyerap sisa air yang terkandung dalam produk [1].

          Fraksi distilat yang dikumpulkan adalah fraksi didih pada suhu 154-1560C. Diukur indeks biasnya untuk memeriksa kemurnian sikloheksanon yang diperoleh. Larutan kemudian disaring vakum untuk diperoleh kristalnya.
         
          Indeks bias sikloheksanon diperoleh 1.43858 (literatur : 1.447). Galat indeks bias sikloheksanon hasil percobaan yaitu 0.78%. Indeks bias sikloheksanon hasil percobaan dengan literatur berbeda disebabkan masih adanya pengotor pada sikloheksanon, misalnya NaCl atau eter yang tidak terpisahkan pada proses distilasi.

          Massa kristal sikloheksanon diperoleh sebanyak 5.55 gram. Berdasarkan reaksi di bawah ini, massa teoritis sikloheksanon adalah 7.35 gram. Persentase rendemennya yaitu 75.51 %.

C6H12O      +     HOCl     à   C6H10O   +  H3O+   +   Cl-

          Persentase rendemen tidak mencapai 100% karena beberapa faktor. Reaksi kemungkinan kurang berjalan sempurna karena suhu larutan harus dijaga konstan pada rentang 40-500C. Suhu larutan kemungkinan masih kurang optimum sehingga proses oksidasi sikloheksanon belum terjadi secara menyeluruh. NaOCl mungkin terdekomposisi. Selain itu, proses pemisahan diduga masih kurang baik. Eter kemungkinan masih terbawa dalam produk. Atau larutan yang didistilasi masih kurang jenuh (penambahan NaCl kurang).

          Namun secara keseluruhan, sikloheksanon yang dihasilkan dapat dikatakan cukup murni.

Oksidasi Sikloheksanon Menjadi Asam Adipat

          Pada percobaan sintesis asam adipat dengan mengoksidasi sikloheksanon, digunakan oksidator yang sangat kuat yaitu kalium permanganat, KMnO4. Oksigen yang terdapat pada KMnO4 akan bereaksi dengan karbon ikatan rangkap pada sikloheksanon. Cincin siklik akan terbuka sehingga terbentuk senyawa asam dikarboksilat.

          Pada percobaan ini juga penting untuk selalu menjaga kestabilan suhu larutan. Suhu awal larutan harus konstan 300­C. Setelah ditambahkan larutan NaOH, suhu larutan dijaga konstan 450C. Proses pemanasan kemudian dilakukan sampai terbentuk endapan coklat MnO2. Jika masih terdapat warna ungu kalium permanganat, maka perlu ditambahkan natrium bisulfit (NaHCO3). Setelah disaring vakum, diambil filtratnya untuk diuapkan. Jika larutan masih berwarna, ditambahkan karbon aktif yang berfungsi untuk menyerap zat warna pada larutan. Penambahan karbon aktif sebaiknya hanya sedikit karena kemampuan adsorpsi karbon aktif cukup baik. Larutan yang sudah tidak berwarna akan ditambahkan larutan HCl pekat untuk memperoleh kristal asam adipat. Setelah kristal diperoleh, dapat ditentukan titik leleh dan persentase rendemennya.

          Titik leleh asam adipat hasil percobaan adalah 156-1570C (literatur : 152-1530C). Galat titik leleh asam adipat yaitu 2.63%. Titik leleh asam adipat hasil percobaan berbeda dengan literatur kemungkinan disebabkan masih adanya pengotor, yaitu MnO2 atau kelebihan natrium bisulfit.

Berdasarkan reaksi :


C6H10O   +   KMnO4  à  C6H10O4   + MnO2

Faktor yang mempengaruhi persentase asam adipat yang dihasilkan adalah karena kurang optimumnya suhu larutan pada saat proses oksidasi. Ion adipat kemungkinan belum terasamkan oleh oksidatornya yaitu KMnO4. Kristal asam adipat yang terbentuk juga kemungkinan terbawa saat pencucian sehingga menyebabkan sedikitnya kristal yang diperoleh. 
4.         KESIMPULAN

Pada percobaan ini, diperoleh persentase rendemen sikloheksanon sebesar 75.51%. Indeks bias sikloheksanon hasil percobaan adalah 1.43858.

Persentase rendemen asam adipat yaitu sebesar 34.25% dan titik leleh asam adipat yaitu 156-1570C.

5..      UCAPAN TERIMAKASIH

          Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada Pimpinan Praktikum Kimia Organik, Ibu Deana Wahyuningrum. Juga kepada para asisten praktikum yang senantiasa membimbing para mahasiswa Program Studi Kimia dalam melaksanakan praktikum ini. Tidak lupa kepada rekan-rekan mahasiswa, yaitu Maharani Safitri, Theodorus Felix, Muhammad Danang, Dhimaz Galih, Muhammad Imam, dan Angga Prabowo, yang telah bekerja sama dalam melakukan percobaan ini.

6..      DAFTAR PUSTAKA

[1] Anonim. Oxidation of Cyclohexanol to Cyclohexanone. http://www.xula.edu/chemistry/documents/orgclab/19redox.pdf

[2] Anonim. Preparation of Cycloheksanone by Hypochlorite Oxidation.

[3] Martin Case, Corinne Sadlowski (2011), Synthesis of Adipic Acid, 1-3

[4] N. Yanagihara, K. Ohgane, Y. Yoshioka, N. Abe, M. Yoshida. Synthesis of Adipic Acid by Oxidation of Cyclohexanol with NO2 in Supercritical CO­2

[5] Williamson. 1999. Macroscale and Microscale Organic Experiments. Boston. 353-355